Mencintai Diri Sendiri, Walau Sulit
Sudah berapa malam dirimu terisak?
Sudah berapa malam mata itu kau biarkan sembab?
Bisakah kau mengingat berapa kali tepatnya kau memarahi dirimu sendiri?
Berteriak payah dari hatimu
Bisakah kau mengingat berapa kali rasa Lelah menyergapmu?
Namun kau masih saja tak pernah memberikan hatimu penghargaan
Setiap mata memandangmu, meyakinkanmu bahwa kau kuat dan kau mampu
Tapi kau tak pernah membiarkan itu masuk kedalam dirimu
Kamu tetap bilang pada hatimu bahwa kau lemah dan payah
Kamu yang tak pernah mengizinkan kalimat semangat menyemangatimu
Kamu yang memeluk erat setiap luka dihadapan banyak mata,
Namun menjatuhkan dirimu sendiri saat tak ada mata manusia yang melihatmu
Kamu terlalu sok pahlawan ketika membesarkan hati orang lain dengan kalimat “semua akan baik-baik saja”
Padahal, kamu sendiri menelan bulat – bulat ketakutan yang menyergapmu dan setiap kekhawatiran yang becerita ramai di prasangkamu
Apa yang sebenarnya kamu lakukan?
Bencikah kamu pada dirimu yang sedang memberikan usaha terbaiknya?
Bencikah kamu pada setiap semangat yang berusaha ditunjukkan walau kamu tahu hatimu tengah terluka?
Bencikah kamu pada setiap senyummu yang terlontar dan berharap orang lain akan selalu baik-baik saja?
Kamu hanya peduli dengan orang lain, tapi kamu lupa dengan dirimu
Kamu hanya ingin membantu orang lain, tapi kamu lupa membantu dirimu sendiri
Bahkan mengatakan hebat pada dirimu sendiripun kau tak suka
Lantas, sampai kapan kamu sanggup menyamankan rasa kecewa dalam dirimu?
Tidakkah kamu percaya, bahwa setiap orang berhak Bahagia?
Sudah berapa malam mata itu kau biarkan sembab?
Bisakah kau mengingat berapa kali tepatnya kau memarahi dirimu sendiri?
Berteriak payah dari hatimu
Bisakah kau mengingat berapa kali rasa Lelah menyergapmu?
Namun kau masih saja tak pernah memberikan hatimu penghargaan
Setiap mata memandangmu, meyakinkanmu bahwa kau kuat dan kau mampu
Tapi kau tak pernah membiarkan itu masuk kedalam dirimu
Kamu tetap bilang pada hatimu bahwa kau lemah dan payah
Kamu yang tak pernah mengizinkan kalimat semangat menyemangatimu
Kamu yang memeluk erat setiap luka dihadapan banyak mata,
Namun menjatuhkan dirimu sendiri saat tak ada mata manusia yang melihatmu
Kamu terlalu sok pahlawan ketika membesarkan hati orang lain dengan kalimat “semua akan baik-baik saja”
Padahal, kamu sendiri menelan bulat – bulat ketakutan yang menyergapmu dan setiap kekhawatiran yang becerita ramai di prasangkamu
Apa yang sebenarnya kamu lakukan?
Bencikah kamu pada dirimu yang sedang memberikan usaha terbaiknya?
Bencikah kamu pada setiap semangat yang berusaha ditunjukkan walau kamu tahu hatimu tengah terluka?
Bencikah kamu pada setiap senyummu yang terlontar dan berharap orang lain akan selalu baik-baik saja?
Kamu hanya peduli dengan orang lain, tapi kamu lupa dengan dirimu
Kamu hanya ingin membantu orang lain, tapi kamu lupa membantu dirimu sendiri
Bahkan mengatakan hebat pada dirimu sendiripun kau tak suka
Lantas, sampai kapan kamu sanggup menyamankan rasa kecewa dalam dirimu?
Tidakkah kamu percaya, bahwa setiap orang berhak Bahagia?

Terbaikkk🖒💖
ReplyDelete