Posts

Showing posts from 2022

Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah (Adapted Title)

 Kamu tahu apa definisi menyerah sesungguhnya? Saat doa doa bisa begitu menyakitkan, saat hati begitu sempit, saat syukur begitu berat. Manusia memang ulungnya membuat banyak skenario seolah paling tersakiti. Padahal, bukankah ujian adalah sebuah kepastian bagi setiap insan bernyawa? Jika merasa cukup saat diberikan kecukupan Harta, tentu mudah. Jika mampu bersabar saat diberikan pencapaian, tentu mudah. Jika mampu bersyukur saat diberikan segala keinginan, tentu mudah. Ah, tapi hidup tidak tercipta untuk itu bukan? Sungguh, menyerah itu adalah sebuah kemungkinan. Menyakiti diri pernah hampir kulakukan. Meski, saat itu tentu gamang didepan mata apa yang terjadi selanjutnya. Sungguh, ternyata manusia memang begitu lemah.  Kamu tahu, bahwa Rasulullah pernah hampir memilih menjatuhkan diri dari bukit disaat rasa ketakutan menyelimutinya kalau kalau Allah meninggalkannya? Kamu tahu, bunda Maryam pernah berharap bahwa ia mati saja dan tidak pernah dikenal karena kekhawatiran menyel...

Menulis

Saat menulis ini umur aku 23 Tahun 9 hari. Angka yang ga pernah aku pikirkan untuk bisa sampai di bilangan itu. Rasanya menjadi remaja seperti siklus yang sampai akhir, tapi ternyata engga. Suka tidak suka, dewasa itu pasti datang. Hingga kedatangannya memberi nasihat bahwa tidak bisa lagi berlindung dibalik kata "mencari jati diri". Menjadi dewasa seserius itu sungguh. Aku tumbuh ditengah kondisi yang tak bisa dijelaskan pada siapapun. Aku tumbuh dengan begitu banyak kata maaf dan gapapa pada diri sendiri untuk membantuku melanjutkan hari. Aku beberapa kali memutuskan untuk menemui ahli Jiwa, sungguh kukira takdir yang satu ini becanda. Tapi tidak. Aku beberapa kali ingin membunuh diriku. Menghentikan penderitaannya. Ah.. Kau tau kufur nikmat bisa sebegitu mengerikannya.  Aku tumbuh perlahan dari setiap kejadian itu, memeluk erat setiap trauma dan tangisan di ujung malam. Hingga pagi datang dan aku kembali membuat orang tertawa. Mereka merasa mengenalku, bahkan pernah seseor...

Bukan Garis Akhir

Tentang Aku yang berteman dengan kekurangan. Aku tau, bahwa aku bukan tempat dimana hatimu mau kau Labuhkan. Bukan tempat dimana kau mau menyimpan hatimu dengan ketenangan. Entah apakah pikiranku saja, atau benar begitu adanya. Aku pernah melabuhkan hati pada orang yang salah berkali kali. Aku berlindung dengan sikap acuhku, ternyata aku jatuh. Aku berlindung dari segala pandangan, namun ternyata masih jatuh. Hingga seseorang yg pernah beberapa kali kuberani sebut namanya dalam doa. Kali ini, aku masih mencoba bertahan. Setiap hari membawa kabar, kamu dengan perhatian yang tak bisa dijelaskan. Serta aku yang larut dengan pikiranku sendiri. Jika kita bisa berbicara di kesempatan yang baik, ingin kukatakan "berhenti melakukannya. Jangan berlari ke arahku, Jika kau tau aku bukan garis akhirmu"

Takut

 Bolehkah aku menulis kisah tentangmu? Tentang seseorang yg datang dr arah yg tak ku duga Sebuah perjalanan dan perjuangan, sedikit banyak memberi kabar tentang bagaimana kamu dan pikiranmu yang kokoh. Aku tidak tau bagaimana mendefinisikannya Aku terus bertahan sejak lama, bahkan sampai ketika aku menulis sajak ini. Tapi tolong perlakukan aku biasa saja. Aku takut dengan ini semua. Jangan menumbuhkan rasa yang kukubur dalam dalam, dan segala bumbu di kiri kanan. Aku sungguh takut. Bisa kita bicara? Jangan.. Jangan buat aku berharap ada hal lain dr ini semua. Aku sudah berusaha sekuat tenaga. Sekuat yg kubisa. Jangan runtuhkan. Jangan mencari kabar tentangku. Jangan terlalu peduli. Aku lelah menerka, dan aku tidak ingin melakukan hal yang sama Kau tau? Ini sungguh sulit. Kau boleh lakukan yg kau mau. Tapi.. Jangan persulit keadaanku. Bisakah kita saling menjaga? Saling menjaga hati untuk seseorang di masa depan, entah apakah memang benar kita orangnya atau bukan. Jika bukan kamu, a...