Takut

 Bolehkah aku menulis kisah tentangmu?

Tentang seseorang yg datang dr arah yg tak ku duga

Sebuah perjalanan dan perjuangan, sedikit banyak memberi kabar tentang bagaimana kamu dan pikiranmu yang kokoh. Aku tidak tau bagaimana mendefinisikannya

Aku terus bertahan sejak lama, bahkan sampai ketika aku menulis sajak ini.

Tapi tolong perlakukan aku biasa saja. Aku takut dengan ini semua.


Jangan menumbuhkan rasa yang kukubur dalam dalam, dan segala bumbu di kiri kanan. Aku sungguh takut.


Bisa kita bicara? Jangan.. Jangan buat aku berharap ada hal lain dr ini semua.


Aku sudah berusaha sekuat tenaga. Sekuat yg kubisa. Jangan runtuhkan.


Jangan mencari kabar tentangku. Jangan terlalu peduli. Aku lelah menerka, dan aku tidak ingin melakukan hal yang sama


Kau tau? Ini sungguh sulit. Kau boleh lakukan yg kau mau. Tapi.. Jangan persulit keadaanku.


Bisakah kita saling menjaga? Saling menjaga hati untuk seseorang di masa depan, entah apakah memang benar kita orangnya atau bukan.


Jika bukan kamu, aku takut hanya aku yg berpikir berlebih sementara kau tidak. 

Jika memang kamu, aku takut kita terpenjara sebelum waktunya.


Bukankah atas nama dakwah kita dipertemukan? Saling menguatkan untuk memberi tapak langkah ditengah terjalnya Medan dakwah. Tidakkah kau takut? Tidakkah kau mengerti apa yang aku takutkan?


Aku takut tenggelam pada pikiran yang seharusnya tak pernah ada. Sekalipun benar, aku takut tenggelam pada sesuatu yg belum waktunya. Aku takut  sungguh. Bisa kau pahami?

Comments

Popular posts from this blog

Dampak Parfum terhadap pemanasan global

Bukan Garis Akhir